Showing posts with label Pengajaran. Show all posts
Showing posts with label Pengajaran. Show all posts
Ini ada sedikit Nasihat Untuk Orang Yang Suka Marah-Marah. Selamat membaca

Bagi mereka yang suka marah-marah kat anak sendiri kerana sayang dan untuk mendidik...

1. Kita adalah orang matang, anak kita masih tak matang, mengapa yang matang perlu marah pada yang tak matang?

2. Kita orang besar, mereka orang kecil, mengapakah orang yang besar perlu marah pada orang yang kecil?

3. Kita adalah orang yang berpengalaman, anak-anak tidak pernah lagi melihat dunia... mengapakah harus kita harapkan anak-anak kita faham dan selari dengan pandangan kita...

Pernahkah terfikir mengapa dua orang marah perlu berjerit antara satu sama lain walaupun duduk bersebelah?

Gambar Hiasan

Pernahkah terfikir mengapa dua orang yang saling menyayangi lebih suka membisik antara satu sama lain walaupun duduk berjauhan, atau di telefon?

Apabila kita marah, dua hati adalah berjauhan, oleh itu, mereka memerlukan suara/nada yang kuat untuk berhubung. Masalahnya, makin dijerit, makin berjauhan.

Bagi mereka yang kita sayang, dua hati adalah dekat, jadi tidak perlu untuk menjerit-jerit, hanya perlu membisik sudah terasa dekat. Makin dibisik, makin terasa sayang.

Itulah keajaiban ciptaan Allah pada sistem badan manusia.

Maka, persoalannya, jika kita ingin mendidik anak-anak kita... perlukah kita marah-marah padanya walaupun mereka berbuat silap?

Sekiranya menggunakan pendekatan marah-marah, tanya pula diri, adakah kita mahukan anak kita mendengar kata-kata dengan hati mereka berjauhan dengan kita?

Atau kita mendidik dengan berbisik, supaya mereka faham dengar dan hati mereka kekal dekat dengan kita?

Apabila kita sudah mula marah-marah pada anak, tanyalah diri sendiri adakah hati kita dan anak kita sudah berjauhan?

Hubungan ibubapa dengan anak-anak yang terbaik ialah anak-anak menganggap ibubapa sebagai sahabat karib dengan penuh penghormatan tanpa rasa segan silu untuk berbincang segala masalah dengan ibu bapa.

Untuk renungan hari ini. Senyum.

Sumber :
TUAN IBRAHIM TUAN MAN
KETUA PENERANGAN PAS PUSAT 
Neraka Jahannam adalah tempat paling dahsyat dan mengerikan yang diciptakan secara khusus oleh Allah SWT. Neraka Jahannam laksana penjara super raksasa bagi orang yang menganggap remeh berita tentang pengadilan akhirat.

Firman Allah SWT

“Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi Neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah SWT).
Mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah SWT). Mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah SWT).Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”
(QS. Al-A’raaf: 179)

Di alam akhirat, tempat itu kelak disediakan bagi manusia yang durhaka kepada syariat Allah SWT, mengingkari Rasulullah SAW, senang bermaksiat, gemar melakukan dosa, dan orang yang bersikap sombong. Mereka mengakui bahwa ketika di dunia tidak mau mendengar dan tidak berpikir. Padahal, pendengaran dan berpikir ialah landasan ilmu, dan dengan keduanya ilmu bisa didapatkan.

Para ulama terkemuka mensinyalir, letak tempat yang menjadi lambang kehinaan dan kerugian terbesar tiada taranya itu berada di dasar bumi yang ketujuh. Untuk mengetahui luas dan besarnya, berikut ini keterangan dari sebuah hadis Qudsi. Hadis Qudsi ialah hadis yang disampaikan Rasulullah SAW, namun materi atau isinya berasal langsung dari Allah SWT.

Gambar Hiasan

Neraka Jahannam mempunyai 7 tingkat.

• Setiap tingkat memiliki 70.000 daerah.
• Setiap daerah meliputi 70.000 kampung.
• Setiap kampung mencakup 70.000 rumah.
• Setiap rumah mempunyai 70.000 bilik.
• Setiap bilik memiliki 70.000 kotak.
• Setiap kotak meliputi 70.000 batang pokok zarqum.
• Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70.000 ekor ular.
• Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandung lautan racun yang hitam pekat.
• Di bawah setiap pokok zarqum juga mempunyai 70.000 rantai.
• Setiap rantai diseret oleh 70.000 malaikat.

Luas dan besar Neraka Jahannam

Juga bisa diukur dari besarnya tubuh para penghuninya yang seketika berubah drastis. Gigi geraham penghuninya sebesar Gunung Uhud. Jarak antara kedua pundaknya sama dengan perjalanan 3 hari.
Tempat duduknya sejauh Kota Mekkah dan Madinah. Bahkan, seandainya seorang penduduk neraka menangis, maka air matanya yang menetes dapat menjadikan sebuah perahu berlayar di atasnya.
Allah SWT pun sudah menggambarkan keadaannya, sebagaimana tertuang dalam ayat-ayat Al-Quran.
Tujuh Pintu yang Berbeda

Neraka Jahannam memiliki tujuh pintu. Tiap-tiap pintu telah ditetapkan bagi golongan yang akan memasuki dan menghuninya. Allah SWT berfirman:

“Dan sesungguhnya Neraka Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.” (QS. Al-Hijr: 43-44)

Malaikat Jibril turun membawa ayat tersebut
Rasulullah SAW memintanya untuk menjelaskan kondisi neraka. Malaikat Jibril menjawab, wahai Nabi Allah, sesungguhnya di dalam neraka :

• Ada tujuh pintu.
• Jarak antara masing-masing pintu sejauh tujuh puluh tahun.
• Setiap pintu lebih panas dari pintu yang lain.
• Semua pintunya berdiri kokoh dan akan selalu tertutup rapat, sebelum dimasuki oleh para penghuninya.

Malaikat Jibril menyebut ketujuh pintu yang dimaksud. Pintu

Pertama bernama Neraka Hawiyah bagi kaum munafik dan kafir.
Kedua dikenal Neraka Jahim bagi kaum musyrik yang menyekutukan Allah SWT.
Ketiga disebut Neraka Saqar untuk kaum Sabian (penyembah api).
Keempat dinamakan Neraka Ladza bagi setan dan para pengikutnya serta penyembah api.
Kelima bernama Neraka Huthamah bagi kaum nasrani dan Yahudi.
Keenam disebut Neraka Sa’ir bagi kaum kafir.

Tatkala sampai pada penjelasan pintu yang ketujuh, Malaikat Jibril terdiam. Rasulullah SAW memintanya untuk menjelaskan pintu yang ketujuh. Malaikat Jibril menjawab,

Pintu ini untuk umatmu yang angkuh, yang mati tanpa menyesali dosa-dosanya dan belum mau bertaubat. Namanya pintu Neraka Jahannam.

Rasulullah SAW lalu mengangkat kepalanya. Beliau begitu sedih sampai jatuh pingsan. Ketika siuman, beliau berkata, wahai Jibril, sesungguhnya kedatangan engkau telah menyebabkan kesusahanku dua kali lipat.
Akankah umatku masuk neraka?
Malaikat Jibril tidak menjawab.
Rasulullah SAW kemudian mulai menangis.

Setelah kejadian itu, Rasulullah SAW tidak mau berbicara dengan siapapun selama beberapa hari. Rupanya beliau sangat sedih. Ketika melaksanakan shalat, beliau menangis dengan tangisan yang sangat memilukan. Karena tangisannya ini, semua sahabat mendadak ikut menangis. Mereka memberanikan diri bertanya, mengapa engkau begitu berduka, ya Rasulullah? Namun, Rasulullah SAW tidak menjawabnya, walau sepatah kata pun. Saat itu, Ali bin Abi Thalib sedang pergi melaksanakan satu misi. Maka, para sahabat ramai-ramai pergi menghadap Fatimah Az-Zahra, putri kesayangan Rasulullah SAW. Mereka mendatangi rumahnya.

Ketika itu Fatimah sedang mengasah gerinda sambil membaca ayat

“Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’la:17)

Para sahabat pun menceritakan keadaan ayahnya (Rasulullah SAW). Setelah mendengar semua itu, Fatimah segera bangkit. Ia lalu mengenakan jubahnya yang memiliki dua belas tambalan yang dijahit dengan daun pohon korma. Seorang sahabat Rasulullah SAW bernama Salman Al-Farisi yang hadir bersama orang-orang ini terusik hatinya setelah melihat jubah Fatimah. Spontan ia berkata, sungguh kasihan Fatimah. Putri-putri kaisar dan kisra (penguasa Persia kuno) duduk di atas singgasana emas. Sementara putri Rasulullah SAW ini tidak mempunyai pakaian yang layak untuk dipakai. Fatimah mendengar sendiri ucapan Salman tersebut, namun tidak ditanggapinya dan tidak merasa tersinggung. Fatimah terus melangkahkan kakinya.
Ketika sampai di hadapan Sang Ayah, Fatimah melihat keadaannya begitu menyedihkan. Keadaan para sahabatnya juga tidak berbeda. Fatimah berkata, wahai Ayahanda, Salman Al-Farisi terkejut setelah melihat jubahku yang sudah penuh dengan robekan. Aku bersumpah, demi Tuhan yang telah memilihmu menjadi Nabi.

Sejak lima tahun lalu, kami hanya memiliki satu helai pakaian di rumah.

• Pada waktu siang, kami memberi makan unta-unta.
• Pada waktu malam, kami beristirahat.
• Anak-anak kami tidur beralaskan kulit dengan daun-daun kering pohon kurma.

Rasulullah SAW kemudian berpaling ke arah Salman dan bertanya, apakah engkau memperhatikan dan mengambil pelajaran?
Fatimah melihat wajah Sang Ayah menjadi pucat. Pipinya terlihat cekung. Kedua matanya sembab, akibat tangisan yang tidak terhenti. Sampai-sampai diketahui, tempat Rasulullah SAW duduk telah menjadi basah dengan banyaknya air mata yang mengalir.
Fatimah berkata kepada Ayahnya, semoga hidupku menjadi tebusanmu, mengapa Ayahanda menangis?
Rasulullah SAW menjawab, ya Fatimah, mengapa aku tidak boleh menangis?
Sesungguhnya Malaikat Jibril telah menyampaikan kepadaku sebuah ayat yang menggambarkan kondisi neraka.
Neraka mempunyai tujuh pintu. Pintu-pintu itu mempunyai tujuh puluh ribu celah api. Pada setiap celah, ada tujuh puluh ribu peti mati dari api. Setiap peti berisi tujuh puluh ribu jenis azab.
Setelah mendengar semua ini, Fatimah berseru, sesungguhnya orang yang dimasukkan ke dalam api ini pasti menemui ajal!. Setelah mengatakan ini, Fatimah pingsan.
Ketika sadar, Fatimah berkata, wahai yang terbaik dari segala makhluk, siapakah yang patut mendapat azab yang seperti itu?

Rasulullah SAW menjawab,

Umatku yang mengikuti hawa nafsunya dan tidak memelihara shalat. Azab ini tidak seberapa bila dibandingkan dengan azab-azab yang lainnya.

Begitu mengetahui hal tersebut, setiap sahabat Rasulullah SAW selalu menangis. Mereka meratap, derita perjalanan alam akhirat sangat jauh, sedangkan perbekalan sangat sedikit.
Sementara sebagian sahabat lagi menangis seraya berkata lirih, seandainya ibu kami tidak melahirkan kami, maka kami tidak akan mendengar tentang azab ini.
Sahabat bernama Ammar bin Yasir berkata, andaikan aku seekor burung, tentu aku tidak akan ditahan (pada hari kiamat) untuk dihisab.
Sahabat bernama Bilal bin Rabah yang tidak hadir pada kesempatan itu, hari berikutnya datang kepada Salman Al-Farisi. Ia bertanya sebab-sebab duka cita itu.
Salman menjawab, celakalah engkau dan aku. Sesungguhnya kita akan mendapat pakaian dari api, sebagai pengganti dari pakaian katun ini. Kita akan diberi makanan dengan pohon zaqqum (pohon beracun di neraka).
Saat itu, Bilal tak mampu lagi berkata apapun. Ia benar-benar terdiam. Hanya air matanya yang mengalir di kedua pipinya. Seakan-akan lidahnya kelu.

Pemandangan Neraka Jahannam

Di dalam Neraka Jahannam terdapat pemandangan-pemandangan aneh, yang belum pernah terjadi ditempat manapun.


Pertama, Sebuah gunung api bernama Shu’uda. Allah SWT memerintahkan orang-orang kafir untuk mendakinya. Mereka menuruti perintah Allah SWT, tanpa berani membantah-Nya. Tetapi, setiap kali mereka meletakkan tangannya di atas gunung itu, maka tangannya langsung meleleh. Ketika diangkat, tangannya kembali utuh seperti semula. Mereka akan menghabiskan waktu selama 70 tahun untuk mendakinya. Untuk menuruninya, mereka juga butuh waktu selama 70 tahun.

Kedua, Lembah Al-Ghayy di dasar Jahannam yang dialiri nanah bercampur darah dari para penghuni neraka. Lembah ini disediakan bagi orang-orang yang meremehkan shalat lima waktu dan mengikuti nafsu syahwatnya.

Ketiga, Lembah Atsam yang berisi ular dan kalajengking. Lembah ini diperuntukkan bagi orang-orang yang berbuat syirik, berzina dan membunuh jiwa lain tanpa hak.

Keempat, Lembah Maubiqa yang sepenuhnya berisi nanah. Allah SWT menyiapkannya untuk orang-orang yang menyembah berhala.

Kelima, Sebuah rumah bernama Al-Falaq. Jika pintunya dibuka, maka seluruh penduduk neraka akan menjerit karena tidak mampu menahan panasnya.

Keenam, Penjara Bulas, dimana orang yang menyombongkan diri akan digiring seperti semut-semut kecil berbentuk manusia. Mereka diselimuti kobaran api dan terbenam dalam keringat dan nanah yang bercampur darah penduduk neraka.

Selain pemandangan menjijikan di atas, Neraka Jahannam memiliki belenggu.

Pertama, Al-Aghlal, yaitu belenggu dari besi membara yang dipasang di leher penduduk neraka.

Kedua, Al-Ashfad, yaitu tali api yang sangat kuat, sehingga membuat seseorang tak berdaya sama sekali.

Ketiga, As-Salasil, yaitu rantai besi yang panjangnya 70 hasta. Sementara cambuk Neraka Jahannam terbuat dari besi-besi panas.

Seluruh tempat tersebut dijaga oleh para malaikat :

• Yang memiliki karakter keras dan kasar.
• Mereka tidak bisa diajak kompromi, apalagi disuap atau diberi uang.
• Sosok mereka tegak berdiri menjaga api yang terus menyala-nyala.
• Perawakannya besar.
• Ekspresi wajah dan suaranya amat garang.
• Mereka sangat patuh kepada Allah SWT, dan tidak mungkin membangkang-Nya.

Surat At-Tahrim ayat 6 sudah mengingatkan:

“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar lagi keras, yang tidak mendurhakai Allah SWT terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Jumlah malaikat yang ditugaskan oleh Allah SWT untuk menjaga setiap neraka kurang lebih sebanyak sembilan belas. Surat Al-Muddatstsir ayat 26 sampai 30 menggambarkannya demikian:

“Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. Neraka Saqar adalah pembakar kulit manusia, di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).”

Apakah penduduk Neraka Jahannam tidak makan dan minum?

Ternyata mereka tetap membutuhkan makan dan minum. Hanya saja, Allah SWT menyediakannya dalam rupa-rupa yang menyeramkan.

Pertama, pohon Zaqqum. Mayangnya seperti kepala setan. Tumbuh di bawah dasar neraka. Setiap orang yang memakannya, maka ususnya akan terburai.

Kedua, pohon Dhari, yaitu pohon duri yang sangat keras. Ia tidak dapat menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar. Ia justru menyumbat tenggorokan. Dengan kata lain, ia tidak keluar dan tidak juga masuk ke dalam perut.

Ketiga, Ghislin, yaitu nanah bercampur darah yang keluar dari tubuh penduduk neraka.

Keempat, Al-Hamim, yaitu air sangat panas yang akan disuguhkan dengan besi panas yang ujungnya dibengkokkan.

Kelima, Al-Ghassaq, yakni air sangat dingin yang berupa nanah kental. Jika setetesnya ditumpahkan di Barat bumi, niscaya penduduk sebelah Timur akan mencium baunya yang sangat busuk.

Keenam, Ash-Shadid, yaitu air nanah bercampur darah. Ini akan membuat wajah peminumnya hangus. Sekaligus membuat seluruh kulit kepala dan rambut mereka mengelupas. Meski begitu, para penduduk neraka tetap memakan dan meminumnya. Sebab, tidak ada pilihan makanan dan minuman lainnya. Sedang pakaian mereka berupa Qathiran atau tembaga yang dilebur api. Perhiasannya besi panas yang melengkung. Adapun tikar dan selimutnya berbentuk potongan-potongan api (Mihad dan Ghawasy). Masing-masing bentuk maupun ukurannya hanya Allah SWT yang tahu.

Manusia dan batu berhala yang dahulu disembah orang-orang musyrik menjadi bahan bakar Neraka Jahannam. Satu waktu Rasulullah SAW pernah ditanya oleh seseorang mengenai kadar hawa dan suhu panasnya. Rasulullah SAW menjawab,

“Api kalian yang ada sekarang ini yang digunakan Bani Adam untuk membakar hanyalah 1/70 dari api Neraka Jahannam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda,

“Api Neraka Jahannam telah dinyalakan seribu tahun hingga menjadi merah. Kemudian dibakar lagi selama seribu tahun hingga menjadi putih. Kemudian dibakar lagi selama seribu tahun hingga menjadi legam, seperti malam yang gelap gulita.” (HR Tirmidzi)

Sahabat Umar bin Khaththab mengatakan,

Seandainya Neraka Jahannam dibuka seukuran hidung lembu di bumi sebelah Timur, dan ada seseorang di belahan bumi bagian Barat, pasti otaknya akan meleleh karena tidak mampu menahan panasnya.

Di antara penyebab hawa dan panas Neraka Jahannam sedemikian memuncak karena tidak berfungsinya 3 unsur pendingin dari panas bagi manusia; air, angin dan naungan untuk berteduh.

• Air di Neraka Jahannam adalah hamim (air panas yang menggelegak).

• Anginnya berupa samum (angin yang rasanya amat panas).

• Sedang naungannya adalah yahmum (naungan berupa potongan-potongan asap hitam yang juga membawa panas).

Di Neraka Jahannam terdapat pula sumur dan jurang. Kedalamannya sebagaimana digambarkan Rasulullah SAW. Seorang sahabat bernama Abu Hurairah bercerita, pada suatu hari kami bersama Rasulullah SAW. Lantas kami mendengar suara benda jatuh.
Rasulullah SAW bertanya,  tahukah kalian, suara apakah itu ?
Kami menjawab,  Allah SWT dan Rasul-Nya lebih mengetahui.
Rasulullah SAW bersabda,


“Itu adalah suara batu yang dikirim dari Neraka Jahannam sejak 70 tahun yang lalu. Sekarang baru sampai ke dasar neraka.”

Wallahu a’lam bis showab.






Bila kaum hawa zaman sekarang sudah tidak ada sifat malu dan dengan slamber membuat status sebegini rupa di Facebooknya.

Dimanakah letaknya sifat pemalu kaum hawa pada zaman yang modern dan canggih ini?

Adakah dia terasa bangga apabila dapat membuat status yang memalukan ini?

Dah buat status begini tahu pula akan di bash, dan dia juga telah bagi tahu awal-awal "Dilarang Menganjing".

Gambar :


Apa-apapun syukurlah kerana Malaysia masih aman. Kah kah kah

Seorang alim telah dikejarkan ke hospital akibat telah dipukul teruk oleh bebarapa orang perompak, dia telah dimasukkan ke unit kecemasan dan tidak menyedarkan diri selama beberapa jam. Selepas beberapa jam dia akhirnya tersedar kembali, sebaik sahaja matanya dibuka dia terpandang seorang doktor perempuan yang berambut keperang-perangan disebelah kanannya. Lalu dia bertanya kepada doktor itu

"Aku dimana"

Jawab Doc "Di hospital, tuan telah tercerdera teruk oleh sebab itu tuan ditempatkan disini"

"Lalu,bagaimana keadaan aku sekarang?" Tnya org alim itu.

"Alhamdulillah tuan dalam keadaan stabil" Jawab doc.

Pada keesokan hari, doc yang sama merawat orang alim itu. Doc itu merawat dengan penuh cermat dan hati-hati. Pesakit itu kehairan kerana sepatutnya bukannya doc yang merawat Maka terjadilah perbualan antara mereka berdua.

Gambar Hiasan

Pesakit: Mengapa doc yang merawat? Dimana jururawat?

Doc: (Tersenyum) sebenarnya muka tuan seperti ayahku, oleh sebab itu saya merawat tuan"

Pesakit: Boleh aku tanya beberapa soalan kepada mu doctor?

Doc: Ya silakan tuan.

Pesakit: Mengapa engkau menjadi doctor?

Doc: Kerana saya sangat suka merawat, membantu orang yang sakit sehinggalah mereka sembuh. Terutama kanak-kanak kecil.

Pesakit: Jika engkau tidak menjadi doctor, maka apakah perkerjaan mu?

Doc: Mungkin saya akan menjadi seorang polis.

Pesakit: Mengapalah pula itu?

Doc: kerana saya sangat tidak suka orang yang membuat kejahatan, kekejaman, seperti tuan yang telah dipukul oleh beberapa orang perompak. Jika saya ketahui perompak itu pasti saya akan menangkapnya.

Pesakit: Tetapi engkau wahai doctor telah menyakiti seseorang yang mulia, engkau bagaikan telah mengambil objek yang tajam lalu engkau mencucuk kebadannya.

Doc: (Kehairan) apa maksud tuan?

Pesakit: Nabi SAW.

Doc: Boleh tuan jelaskan kepada saya?

Pesakit: Perbuatan umat Muhammad SAW yang ingkar padanya seperti mengambil objek yang tajam, lalu mencucuk-cucuk objek itu kebadan baginda hingga berdarah.

Doc: (Menundukan padangan) Lalu apa yang perlu saya buat?

Pesakit: Telah engkau katakan padaku tadi, bahawa engkau suka merawat orang. Maka engkau rawatlah baginda.

Doc: Bagaimana caranya tuan?

Pesakit: (Tersenyum) Memperbanyakkan berselawat mendoakan kesejahteraan kepada baginda, orang yang berselawat bagaikan seorang jururawat yang merawat tubuh baginda yang telah dicucuk-cucuk dan taatlah akan perintah Allah dan RasulNya.

Doc: (Keluarlah air mata dipipinya) dan terus keluar dari bilik pesakit orang alim itu.

Pada keesokan harinya terlihat akan orang alim itu kepada doctor yang merawatnya dan bertanya.

Pesakit: Boleh aku tahu, dimana doc yang perempuan berambut keperang-perangan?

Doc baru yang disangka oleh orang alim itu tersenyum dan berkata "Sayalah orangnya tuan, nasihat tuan telah membuka hati saya" Pesakit alim itu tersenyum dan terperanjat melihat doc itu sudah menutupi kepalanya dengan tudung dan membaca Bismillahirahmanirahim, berselawat sebelum merawatnya.

Status Budak Sekolah Zaman Sekarang Di Facebook | Dua-dua melayan, apa nak jadi ni?

Kebebasan melayari internet yang tidak terkawal dari ibu bapa menjerumuskan anak-anak mereka ke kancah yang tidak sihat. Pada awalnya hanya di peringkat ringan-ringan akan tetapi lama kelamaan mereka akan melangkah pula ke peringkat yang melampaui batas.

Eloklah jika para ibu bapa memantau penggunaan internet anak-anak mereka. Usah pandang ringan perkara sekecil ini.

Untuk melihat gambar penuh sila klik Sini
RUPANYA SAHABAT NABI KHALIFAH UTHMAN BIN AFFAN RADHIYALLAHU ANHU ADA AKAUN DI BANK SEHINGGA SEKARANG!

Wakaf ini berupa bangunan hotel yang disewakan..

Khalifah Uthman bin Affan, salah seorang sahabat nabi yg peniaga dan kaya raya, tapi murah hati dan dermawan..sekarang masih memiliki akaun di salah satu bank di Arab Saudi??? Malah akaun dan bil elektriknya juga masih atas nama beliau…

Bagaimana cerita sehingga beliau memiliki hotel atas namanya di Masjid Nabawi..??


Di riwayatkan semasa zaman Nabi Muhammad SAW, kota Madinah pernah mengalami zaman kemarau sehingga kesukaran mendapatkan air bersih. Oleh kerana mereka (kaum muhajirin) sudah biasa minum air zamzam di Mekah. Satu-satunya sumber air yang tinggal ialah sebuah perigi milik seorang Yahudi,yang bernama perigi RAUMAH. Rasanya pun serupa dengan perigi zamzam. Kaum muslimin dan penduduk Madinah dengan terpaksa membeli air bersih dari Yahudi tersebut.

Prihatin atas keadaan umatnya, Rasulullah SAW kemudian bersabda : “Wahai Sahabatku, siapa sahaja diantara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan perigi itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat SyurgaNya Allah Ta’ala” (HR. Muslim).

Khalifah Uthman Bin Affan R.A yang kemudian segera bergerak untuk membebaskan perigi Raumah itu. Khalifah Uthman RA segera berjumpa dengan orang Yahudi pemilik perigi dan menawar untuk membeli perigi Raumah dengan harga yang tinggi.

Namun begitu, Walaupun sudah ditawarkan dengan harga yang tertinggi sekalipun orang Yahudi pemilik perigi tetap menolak dan tidak mahu menjualnya, “Seandainya perigi ini saya jual kepadamu wahai Uthman, maka aku tidak memiliki pendapatan yang boleh aku perolehi setiap hari” demikian Yahudi tersebut menjelaskan alasan penolakannya.

Uthman Bin Affan R.A yang ingin sekali mendapatkan balasan pahala berupa Syurga Allah Ta’ala, tidak kehilangan cara mengatasi penolakan Yahudi ini.

“Bagaimana kalau aku beli setengahnya saja dari perigimu” Khalifah Uthman RA, melancarkan jurus perundingannya.

“Maksudmu?” tanya orang Yahudi kehairanan.

“Begini, jika engkau setuju maka kita akan memiliki perigi ini bergilir-gilir. Satu hari perigi ini milikku, esoknya kembali menjadi milikmu kemudian lusa menjadi milikku lagi demikian selanjutnya berganti satu-satu hari. Bagaimana?” jelas Khalifah Uthman RA.

Yahudi itupun berfikir dengan pantas”… saya mendapatkan wang besar dari Uthman tanpa kehilangan perigi milikku”. Akhirnya si Yahudi setuju menerima tawaran Khalifah Uthman RA tadi dan disepakati pula pada hari tersebut perigi Raumah adalah milik Uthman Bin Affan R.A.

Uthman RA pun segera mengumumkan kepada penduduk Madinah yang mahu mengambil air di perigi Raumah, silahkan mengambil air untuk keperluan mereka PERCUMA kerana hari ini perigi Raumah adalah miliknya. Beliau juga mengingatkan agar penduduk Madinah mengambil air dalam jumlah yang cukup untuk 2 hari, kerana esok hari perigi itu bukan lagi milik Khalifah Uthman RA.

Keesokan hari Yahudi mendapati perigi miliknya sepi, kerana penduduk Madinah masih memiliki persedian air di rumah. Yahudi itupun mendatangi Khalifah Uthman RA dan berkata “Wahai Khalifah Uthman RA belilah setengah lagi perigiku ini dengan harga sama seperti engkau membeli setengahnya kemarin”. Khalifah Uthman RA setuju, lalu dibelinya seharga 20,000 dirham, maka perigi Raumahpun menjadi milik Khalifah Uthman RA secara penuh.

Kemudian Uthman Bin Affan R.A mewakafkan perigi Raumah, sejak itu perigi Raumah dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, termasuk Yahudi pemilik lamanya.

Setelah perigi itu diwakafkan untuk kaum muslimin… dan setelah beberapa waktu kemudian, tumbuhlah di sekitar perigi itu beberapa pokok kurma dan terus bertambah. Lalu Daulah Khalifah Uthman RAiyah memeliharanya hingga semakin berkembang, lalu diikuti juga dipelihara oleh Pemerintah Arab Saudi, hingga berjumlah 1550 batang pokok.

Selanjutnya pemerintah, dalam hal ini Departmen Pertanian Arab Saudi menjual hasil kebun kurma ini ke pasar-pasar.. setengah dari keuntungan itu disalurkan untuk anak-anak yatim dan fakir miskin.. Manakala separuhnya pula disimpan dan disimpan dalam bentuk akaun khas milik beliau di salah satu bank atas nama Khalifah Uthman RA bin Affan, di bawah pengawasan Departman Pertanian..

Begitulah seterusnya, sehingga wang yang ada di bank itu cukup untuk membeli sebidang tanah dan membangun hotel yg cukup besar di salah satu tempat yang strategik dekat Masjid Nabawi.

Bangunan hotel itu sudah pada tahap penyelesaian dan akan disewakan sebagai hotel bintang 5. Dianggarkan keuntungannya sekitar RM20 juta setahun. Setengahnya untuk anak-anak yatim dan fakir miskin, dan setengahnya lagi tetap disimpan dan ditabung di bank atas nama Khalifah Uthman RA bin Affan Radhiyallahu anhu..

Subhanallah,… Jelaslah berniagadengan Allah selalu menguntungkan dan tidak akan rugi…

Ini adalah salah satu bentuk sedekah jariah, yang pahalanya terus mengalir, walaupun orangnya sudah lama meninggal..

Disebutkan di dalam hadis sahih dari Abi Hurairah RA bahawasanya Nabi SAW bersabda:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah segala amalannya, kecuali dari tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat atau anak soleh yang mendoakannya”. [HR. Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i]

Dan disebutkan pada hadis yang lain riwayat Ibnu Majah dan Baihaqi dari Abi Hurairah RA, dia berkata : Rasulullah SAW bersabda.

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لاِبْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ

“Sesungguhnya di antara amalan dan kebaikan seorang mukmin yang akan menemuinya setelah kematiannya adalah: ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, anak solesoleh yang ditinggalkannya, mush-haf yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah untuk ibnu sabil yang dibangunnya, sungai (air) yang dialirkannya untuk umum, atau sedekah yang dikeluarkannya dari hartanya diwaktu sihat dan semasa hidupnya, semua ini akan menemuinya setelah dia meninggal dunia”.

Wallahualam

-Sumber
Khomeini Az-Zindiq adalah pujaan jemaah Syiah yang terkenal dengan Revolusi Iran dimalukan semasa pengebumiannya. Mayatnya terjatuh ke tanah,dipijak oleh pengikutnya, kain kafannya dikoyakkan sehingga terdedah aurat.

Semasa pengebumian, kerap kita dengar kisah-kisah yang boleh memberi pengajaran kepada manusia yang hidup seperti jenazah berbau wangi, urusan pengebumian yang mudah,jenazah berasa ringan dan sebagainya.

Allah Maha Mengetahui tetapi kemungkinan kerana kata-katanya yang menyesatkan, Ini bukan untk memalukan si mati tetapi untuk menyedarkan pengikur atau pro Syiah Melayu agar pulang ke Ahli Sunnah Wal Jamaah.


Antaranya kata-kata dan perbuatan biadap:

Perlakuan biadab Khomeini Az-Zindiq di atas adalah sebagaimana ia membenarkan dan menyatakan dalam kitabnya Tahrirul Wasilah Juz 2 halaman 221 dalam masalah nombor 12 seperti berikut :

وأما سائر الاستمتاعات كاللمس بشهوة والضم والتفخيذ فلا بأس بها حتى في الرضيعة

“Dan adapun bersenang-senang seperti menyentuh dengan syahwat, bergomol dan menghimpitkan kemaluan di paha maka (hukumnya) tidak apa-apa, walaupun pada anak kecil yang masih menyusui”

Dia bahawa Rasulullah SAW adalah seorang Hamba yang lemah dengan mengatakan bahawa Beliau -Rasulullah SAW termasuk para Nabi ‘Alaihimush Sholatu Wa Sallam tidak berjaya menegakkan keadilan pada masa dakwahnya!

فكل نبي من الأنبياء إنما جاء لإقامة العدل وكان هدفه هو تطبيقه في العالم لكنه لم ينجح، وحتى خاتم الأنبياء صلى الله عليه وآله وسلم الذي كان قد جاء لإصلاح البشر وتهذيبهم وتطبيق العدالة فإنه هو أيضاً لم يوفَّق، وإن من سينجح بكل معنى الكلمة ويطبق العدالة في جميع أرجاء العالم هو المهدي المنتظر

“Maka setiap Nabi dari nabi-nabi yang ada, sesungguhnya datang untuk menegakkan keadilan, dan tujuannya adalah menerapkannya di seluruh dunia. AKAN TETAPI MEREKA TIDAK BERHASIL, BAHKAN SAMPAI PENUTUP PARA NABI (yakni Rasulullah SAW) yang datang untuk memperbaiki keadaan manusia dan membimbing mereka serta menerapkan keadilan juga TIDAK DIBERIKAN TAUFIQ. Dan sesungguhnya orang yang akan berhasil dengan segala makna kalimat dan menerapkan keadilan diseluruh penjuru dunia adalah Al-Mahdi Al-Muntazhar” [Mukhtarat Min Ahadits Wa Khithabat Al-Imam Al-Khomeini 2/42]

Astaghfirullah Al’Azim.. Demi Allah ini adalah penghinaan terhadap Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam. Ini adalah penghinaan terhadap Nabi kalian wahai Kaum Muslimin! Ini adalah penghinaan terhadap para Nabi dan Islam!
Di antara Hinaan Khomeini Terhadap Ummul Mu’minin ‘Aisyah & Para Shahabat

“Adapun golongan-golongan dari Nashibi dan Khawarij, maka tidak terdapat dalil yg mengatakan tentang kenajisan mereka, MESKIPUN MEREKA ITU SIKSANYA LEBIH BERAT DARIPADA ORANG-ORANG KAFIR, maka apabila seorang Sultan keluar (untuk memerangi) kepada Amir Al-Mukminin a.s, tidak atasnama agama, tetapi untuk menghalangi di dalam suatu pemerintahan/ kekuasaan, atau tujuan yg lain seperti ‘Aisyah, Thalhah, Zubair dan Mu’awiyah dan Orang-Orang yang serupa dengan mereka atau seseorang yg menampakkkan sikap perlawanan kepadanya ( Amirul Mukminin) atau salah seorang dari Para Imam AS yang tidak atas nama agama, bahkan untuk memusuhi Qurays atau Bani Hasyim atau orang Arab, atau dikeranakan orang tersebut bertujuan untuk memerangi anaknya atau ayahnya atau selain demikian, Maka secara zhahir, tidak wajib suatu kenajisan yang bersifat zahir, MESKIPUN MEREKA ITU LEBIH BURUK DARIPADA ANJING-ANJING DAN BABI-BABI, kerana tidak adanya dalil baik dari ijma’ atau khabar-khabar mengenainya.”

Itulah diantara takfir dan hinaan khomeini terhadap Ummul Mukminin Aisyah dan Para Shahabat RA . Ini juga merupakan takfir dan hinaan khomeini terhadap Kaum Muslimin secara umum dan tidak mustahil Allah telah memberi pembalasan secara cash semasa kematiannya.

VIDEO ALLAH MENGHINAKAN KHOMENEI SEMASA KEMATIANNYA :



Wallahualam
Walau marah macam mana kita dekat seseorang itu, kita jangan pernah melupakan dua perkataan ajaib iaitu “terima kasih” dan “maaf“.

Mungkin bagi kalian perkataan ini tidak membawa maksud apa-apa, tapi tahukah kalian bahawa hanya dengan meminta maaf kepada wanita dengan iklas dapat membantu memanjangkan usianya.

Mengucapkan ‘maaf’ mungkin sangat sukar dilafazkan kebanyakan orang terutama lelaki. Akan tetapi, menurut kajian ilmuwan dari Massachusetts University membuktikan, meminta maaf yang ditujukan pada seorang wanita boleh meningkatkan kesihatannya terutama jantung.


Wanita yang mempunyai sifat kelakuan kasar atau menyakitkan dari orang lain boleh menyebabkan peningkatan tekanan darah yang dapat memacu risiko serangan jantung atau stroke. Namun ketika mendengarkan kata ‘maaf‘ dapat menurunkan tekanan darahnya dan secara automatiknya dapat kembali normal sekitar 20% lebih cepat.

Sebaliknya tekanan darah lelaki 20% lebih lama untuk pulih setelah mendengar perkataan maaf kerana mendapat perlakuan tidak tenang.

Perkara ini menunjukkan seseorang lelaki cenderung bekerja lebih keras setelah mendengar pengakuan bersalah.

Kajian ini dilakukan ilmuwan di University of Massachusetts Medical School di Worcester, AS. Kajian mengukur tekanan di astolik dari 29 orang lelaki dan 59 perempuan.

Tekanan darah yang diukur dalam kajian ini adalah tekanan darah di astolik, iaitu tekanan dalam darah antara degupan jantung atau tekanan dalam arteri-arteri ketika jantung istirehat setelah penat ‘bekerja’.

Jika tekanan terlalu tinggi, ia dapat meningkatkan kemungkinan stroke atau serangan jantung pada orang tersebut.

Jadi,sayangilah pasangan anda. Jangan lupa berterima kasih dan meminta maaf.

Apa pun, Ajal, Maut Allah yang tentukan. Wallahua'lam
Kesimpulannya yang jelas dan nyata, wanita sukar mengakui bahawa dirinya gatal. Meskipun sudah jelas, dia seorang yang gatal tetapi dia tetap marah apabila dikata begitu. Berbeza lelaki, kebanyakan lelaki hidung belang bangga apabila disamakan seperti buaya darat.

Meninjau alasan mereka setiap kali menolak, status gatal atau perasan itu terlalu keras untuk dilabelkan. Malah ia kedengaran seperti tiada maruah untuk seorang wanita sedangkan ia memang realiti.

Sebuah majalah wanita sendiri pernah melaporkan yang hari ini lebih 50 peratus hubungan ia bermula daripada wanita yang memberi reaksi positif, minta untuk didekati dan mengharap ada lanjutan daripada si lelaki.

Perangai lelaki lebih kurang sama, mereka tidak sekali menunjukkan rasa minat ketara atau nampak terhegeh-hegeh walaupun mereka sememangnya minat dan suka berbanding wanita yang lebih mudah mengukir senyum jika tersentuh jiwanya.

Gambar Hiasan

Hakikatnya antara lelaki dengan wanita, memang tiada bezanya dalam soal ‘gatal’ ini. Kalau kita katakan lelaki miang itu sangat ramai, wanita gatal pun tidak kurang. Mereka ada di mana-mana contohnya di pejabat, di taman-taman perumahan, di institut pengajian, malah di mana saja.

Bezanya, lelaki tidak segan silu memperlihatkan sikap miang itu sedangkan wanita sedaya mungkin cuba menyembunyikannya bagi terlepas daripada gelaran ‘wanita berangan’ atau ‘syok sendiri’.

Kalau kita lihat dari perspektif lebih luas, lelaki yang gemar bergaul, banyak kenalan dan jenis periang adalah mereka yang lebih cenderung bersikap gatal atau mengurat. Tapi perlu diingat, tidak semua lelaki begitu berniat lebih sebaliknya mereka gemar mengusik saja bukannya ingin untuk ke fasa seterusnya.

Kebanyakan lelaki memang bersikap ‘test market’ walaupun sudah mempunyai teman wanita. Tapi sayangnya, wanita pula yang terlebih ‘feeling’ dan mudah sangat jatuh hati sedangkan ia hanya ‘crush’.

Siapa golongan wanita yang acap kali dilabel gatal?

Kebiasaannya gadis di sekolah menengah adalah golongan paling cepat memberikan reaksi jika diusik lelaki. Kiranya cinta monyet zaman persekolahan adalah fasa permulaan bagi kebanyakan gadis hari ini.

Tapi lebih kronik dan ada kalanya tidak boleh terlepas daripada gelaran sebegitu adalah setiausaha. Itulah stigma yang melekat pada masyarakat kita yang mana kerjaya ini sering kali dikaitkan dengan identiti wanita yang gatal.

Kasihan juga pada mereka yang kebetulan berkerjaya ini kerana tanggapan itu sudah sinonim dan sukar ditepis walaupun tidak semua bersikap begitu.

Andaian ini disebabkan kerjaya setiausaha selalunya memerlukan beberapa kriteria seperti cantik, bergaya dan bijak berkomunikasi terutamanya dengan majikan yang kebanyakannya lelaki yang sudah berkahwin.

Kerana itu juga mereka mudah dikaitkan menjalin hubungan atau menyimpan strategi untuk memancing selera majikan masing-masing ketika bekerja memandangkan lebih 80 peratus rutin tugasan mereka perlu bersama majikan itu.

Pada kebiasaannya, seorang setiausaha akan mengendalikan semua fungsi kesetiausahaan termasuk kerja-kerja memfailkan dokumen, menyemak surat-menyurat, mengendali panggilan telefon, mengatur mesyuarat serta menyambut tetamu ketuanya.

Oleh kerana sentiasa berurusan dengan pihak luar khususnya para pelanggan syarikat atau organisasi, seorang setiausaha perlu memiliki perwatakan menarik dan inilah salah satu elemen yang menyebabkan kebanyakan bos mudah terpikat kepada setiausahanya sendiri.

Jangan tipu, isteri kepada majikan pastinya akan terbit rasa cemburu atau paling tidak mencurigai keadaan itu kerana ada kalanya setiausaha perlu kerja lebih masa dan meluangkan masa dengan majikan mereka.

Isu mengenai cinta gelap antara setiausaha dengan bos lelaki ini masih menjadi persoalan dan pertikaian jika topik mengenai pejabat diutarakan.

Bagaimanapun setiausaha tidak semestinya seorang wanita. Lelaki juga boleh melaksanakan tugas ini malah ada kalanya lebih baik. Lihatlah setiausaha persatuan, setiausaha surau dan masjid, malah setiausaha negara adalah seorang lelaki.

Kalau dilihat mengapa stigma ini berlaku, ia berpunca daripada sikap sesetengah setiausaha itu sendiri. Tidak dinafikan, memang banyak kes membabitkan setiausaha wanita dengan majikan lelaki yang berlaku.

Bos lelaki itu sanggup curang dengan isteri dan anaknya malah lebih teruk ada yang ‘kantoi’ depan mata menjalin hubungan dengan setiausaha mereka sendiri. Maklumlah setiausaha cantik dan bergaya, lebih faham masalah dan tekanan majikan mereka di pejabat membuatkan majikan lelaki lebih selesa dengan layanan mereka berbanding isteri yang mungkin tidak memahami.

Penyelesaiannya? Tiada yang konkrit untuk melenyapkan masalah ini kerana semuanya bergantung kepada diri sendiri. Lebih baik jika majikan lelaki dibantu oleh setiausaha lelaki atau wanita yang sudah pun berkahwin dan mempunyai komitmen keluarga.

Kalau majikan wanita, ia lebih mudah kerana jarang sekali kita dengar kisah setiausaha lelaki menjalin hubungan dengan majikan wanita memandangkan wanita yang memegang status majikan akan lebih serius dan komited terhadap tugasnya.

‘Lady boss’ adalah gelaran untuk majikan wanita yang hampir kesemuanya tegas dan tidak akan melakukan benda remeh di pejabat, sebaliknya mereka bersikap fokus pada tanggungjawab.

Justeru kepada setiausaha wanita terutamanya yang muda, jagalah peribadi dan tingkah laku kerana setiap pergerakan anda diperhatikan. Apa saja dilakukan pastinya menjadi tanggapan dan mudah dinilai.

Itu kisah kerjaya yang acap kali dikaitkan dengan isu ini, tapi ada banyak lagi jenis wanita yang gatal dan cepat miang, cuma semuanya lebih mudah untuk dinilai sendiri.
Info penting sebagai peringatan untuk kita.Jadikan kisah ini sebagai pengajaran.

Subang Jaya: Seorang pekerja kedai runcit di sebuah kondominium di USJ 8, di sini, mengambil peluang mencabul seorang remaja sebaik menyedari ibu remaja itu tiada di rumah ketika menghantar tong gas ke rumahnya, Isnin lalu.

Lelaki dipercayai warga Bangladesh berusia 20-an terbabit difahamkan sudah bekerja di kedai runcit kondominium itu sejak beberapa bulan lalu.

Ibu gadis berusia 13 tahun terbabit yang mahu dikenali Wong, 40, berkata dia mengetahui perbuatan jijik lelaki itu apabila anaknya menghubungi sebelum dia meminta bantuan jiran ke rumahnya di tingkat tiga.

“Ketika kejadian, saya sedang bekerja dan anak perempuan saya menghubungi memberitahu kehadiran lelaki itu. Saya memberitahunya memang ada menempah gas dua hari lalu (sebelum kejadian),” katanya ketika dihubungi, semalam.

Katanya, anak perempuannya kemudian membuka pintu dan membenarkan lelaki terbabit masuk ke bahagian dapur untuk meletakkan tong gas berkenaan.

Gambar Hiasan

“Namun, mengejutkan apabila lelaki itu secara tiba-tiba bertindak membuka seluar dan mengeluarkan kemaluannya. Lelaki berkenaan turut memegang dan meraba keseluruhan badan anak saya.

“Anak saya yang terkejut dengan tindakan itu berjaya melepaskan diri dan berlari ke bahagian dapur lalu menghubungi saya,” katanya.

Wong berkata, dia segera menghubungi jiran meminta bantuan sebaik panik mengetahui insiden menimpa anak gadisnya itu.

Katanya, lelaki berkenaan kemudian bertindak melarikan diri sejurus menyedari kehadiran jirannya.

Berikutan itu, Wong membawa anak gadisnya itu membuat laporan di Balai Polis USJ 8.

Difahamkan, lelaki itu kini sudah menghilangkan diri selepas kejadian.

Sementara itu, Timbalan Ketua Polis Daerah Subang Jaya Superintendan Tan Ah Chua mengesahkan menerima laporan berkenaan dan kes disiasat mengikut Seksyen 354 Kanun Keseksaan kerana mencabul.
Nikah mut’ah adalah pernikahan tanpa batas dengan menerabas aturan-aturan syariat yang suci, mut’ah ini telah melahirkan banyak kisah pilu. Tidak jarang pernikahan ini menghimpun antara anak dan ibunya, antara seorang wanita dengan saudaranya, dan antara seorang wanita dengan bibinya, sementara dia tidak menyadarinya.

Di antaranya adalah apa yang dikisahkan Sayyid Husain Al Musawi, seorang tokoh Syi’ah murid Ayatullah Ruhullah Al Khumaini yang kemudian bertaubat dan masuk ke Sunni.Ia menceritakan dalam kitab Lillahi Tsumma Lil Tarikh:

Gambar Hiasan

Kisah Pertama

Seorang perempuan datang kepada saya menanyakan tentang peristiwa yang terjadi terhadap dirinya. Dia menceritakan bahwa seorang tokoh, yaitu Sayyid Husain Shadr  pernah nikah mut’ah dengannya dua puluh tahun yang lalu, lalu dia hamil dari pernikahan tersebut.

“Setelah puas, dia menceraikan saya. Setelah berlalu beberapa waktu saya dikarunia seorang anak perempuan. Dia bersumpah bahwa dia hamil dari hasil hubungannya dengan Sayyid Shadr, karena pada saat itu tidak ada yang nikah mut’ah dengannya kecuali Sayyid Shadr.”

“Setelah anak perempuan saya dewasa, dia menjadi seorang gadis yang cantik dan siap untuk nikah.”

Namun sang ibu mendapati bahwa anaknya itu telah hamil. Ketika ditanyakan tentang kehamilannya, dia mengabarkan bahwa Sayyid Shadr telah melakukan mut’ah dengannya dan dia hamil akibat mut’ah tersebut. Sang ibu tercengang dan hilang kendali dirinya lalu mengabarkan kepada anaknya bahwa Sayyid Shadr adalah ayahnya. Lalu dia menceritakan selengkapnya mengenai pernikahannya (ibu si wanita) dengan Sayyid Shadr dan bagaimana bisa hari ini Sayyid Shadr menikah dengan anaknya dan anak Sayyid Shadr juga?!

Kemudian dia datang kepadaku menjelaskan tentang sikap tokoh tersebut terhadap dirinya dan anak yang lahir darinya.

Sesungguhnya kejadian seperti ini sering terjadi. Salah seorang dari mereka melakukan mut’ah dengan seorang gadis, yang di kemudian hari diketahui bahwa dia itu adalah saudarinya dari hasil nikah mut’ah. Sebagaimana mereka juga ada yang melakukan nikah mut’ah dengan istri bapaknya.

Di Iran, kejadian seperti ini tak terhitung jumlahnya. Kami membandingkan kejadian ini dengan firman Allah Ta’ala, “Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (diri)nya sehingga Allah mampukan mereka dengan karunia-Nya.” (QS. An-Nur:33)

Kalaulah mut’ah dihalalkan, niscaya Allah tidak akan memerintahkan untuk menjaga kesucian dan menunggu sampai tiba waktu dimudahkan baginya untuk urusan pernikahan, tetapi Dia akan menganjurkan untuk melakukan mut’ah demi memenuhi kebutuhan biologisnya daripada terus-menerus diliputi dan dibakar oleh api syahwat.

Kisah Kedua

Suatu waktu saya duduk bersama Imam Al Khaui di kantornya. Tiba-tiba masuk dua orang laki-laki menemui kami, mereka memperdebatkan suatu masalah. Keduanya bersepakat untuk menanyakannya kepada Imam Al Khaui untuk mendapatkan jawaban darinya.

Salah seorang di antara mereka bertanya, “Wahai Sayyid, apa pendapatmu tentang mut’ah, apakah ia halal atau haram?”Imam Al Khaui melihat lagaknya, ia menangkap sesuatu dari pertanyaannya, kemudian dia berkata kepadanya, “Dimana kamu tinggal?”

Maka dia menjawab, “Saya tinggal di Mosul, kemudian tinggal di Najaf semenjak sebulan yang lalu.”
Imam berkata kepadanya, “Kalau demikian berarti Anda adalah seorang Sunni?”
Pemuda itu menjawab, “Ya!”
Imam berkata, “Mut’ah menurut kami adalah halal, tetapi haram menurut kalian.”

Maka pemuda itu berkata kepadanya, “Saya di sini semenjak dua bulan yang lalu merasa kesepian, maka nikahkanlah saya dengan anak perempuanmu dengan cara mut’ah sebelum saya kembali kepada keluargaku.”

Maka sang imam membelalakkan matanya sejenak, kemudian berkata kepadanya, “Saya adalah pembesar, dan hal itu haram atas para pembesar, namun halal bagi kalangan awam dari orang-orang Syiah.”

Si pemuda menatap Al Khaui sambil tersenyum. Pandangannya mengisyaratkan akan pengetahuannya bahwa Al Khaui sedang mengamalkan taqiyah (berbohong untuk membela diri).

Kedua pemuda itu pun berdiri dan pergi. Saya meminta izin kepada Imam Al Khaui untuk keluar. Saya menyusul kedua pemuda tadi. Saya mengetahu bahwa penanya adalah seorang Sunni dan sahabatnya adalah seorang Syi’i (pengikut Syiah). Keduanya berselisih pendapat tentang nikah mut’ah, apakah ia halal atau haram? Keduanya bersepakat untuk menanyakan kepada rujukan agama, yaitu Imam Al Khaui.

Ketika saya berbicara dengan kedua pemuda tadi, pemuda yang berpaham Syiah berontak sambil mengatakan,

“Wahai orang-orang durhaka, kamu sekalian membolehkan nikah mut’ah kepada anak-anak perempuan kami, dan mengabarkan bahwa hal itu halal, dan dengan itu kalian mendekatkan diri kepada Allah, namun kalian mengharamkan kami untuk nikah mut’ah dengan anak-anak perempuan kalian?”

Maka dia mulai memaki dan mencaci serta bersumpah untuk pindah kepada madzhab Ahlus Sunnah, maka saya pun mulai menenangkannya, kemudian saya bersumpah bahwa nikah mut’ah itu haram, kemudian saya menjelaskan tentang dalil-dalilnya.

-via
Kisah Benar yang diceritakan oleh Farhan bin Abdullah

Nama saya Farhan Bin Abdullah. Nama asal saya sewaktu beragama Kristian ialah Johanis. Saya dilahirkan dibumi Sabah dalam keluarga Kristian

Bapa saya seorang ketua Paderi yang menjaga 15 buah gereja disatu kawasan di Sabah. Saya dilatih oleh bapa saya untuk menjadi seorang paderi. Sejak mula PBS bawah Datuk Joseph Pairin Kitinggan usaha kami mendapat sokongan penuh kerajaan negeri.

Kumpulan saya masuk ke kampong dalam berbagai program. Selalunya program khidmat masyarakat. Pihak gereja selalunya membekalkan wang tunai sekitar RM50,000/=. Berbagai aturcara dibuat untuk membantu orang kampong. Kami ziarah rumah kerumah. tanya masalah mereka dan bantu mereka. berbagai masalah diluahkan. Ada kami bantu dengan duit secara spontan. Ada kami hantar keperluan harian,pakaian dan buku sekolah dsn.

Gambar Hiasan

Dengan cara ini kami mendekati mereka. Hasilnya dengan beberapa kali kunjungan susulan,kami berjaya mengkristiankan mereka. Paling berbaloi kami mengkristian remaja Islam,tambah berbaloi dari kalangan intelek.Hasilnya kami dapat RM3,000/= setiap seorang Islam yang dimurtadkan. Bayangkan pendapatan saya ketika masih dialam persekolahan. Sewaktu Tingkatan 3 saya dan beberapa rakan mengambil m/pelajaran Agama Islam yang boleh dipilih dengan lukisan(betapa hinanya m/pelajaran ini setanding dengan lukisan). Saya mendapat A-3. Sewaktu tingkatan 4 saya belajar di sekolah asrama penuh. Saya terus ambil pelajaran Agama Islam.

Tujuan saya untuk tahu mengenai Islam dan memudahkan saya menyebarkan agama kristian. Saya mempunyai beberapa soalan yang saya kira tidak mampu dihuraikan oleh orang Islam. Pada suatu hari sewaktu tingkatan Enam bawah, saya bersemuka dengan Ustaz yang mengajar saya (saya panggil cikgu). “cikgu saya ada beberapa soalan, tapi saya rasa tak sesuai dikelas ini, boleh ke saya kerumah cikgu…” Ustaz itu bersedia. Lalu saya bersama beberapa rakan kerumah ustaz itu.

Saya katakan “cikgu saya mahu berdialog secara ilmiah, bukan atas nama Islam,agama cikgu dan bukan atas nama Kristian,agama saya”. saya kemukakan beberapa persoalan, antaranya;

- Mengapa orang Islam sembah ka’abah
- Sebenarnya semua agama sama sahaja. Nasrani, Yahudi, Kristian dan Islam adalah agama langit.
- Mengapa diakhir zaman, Nabi Isa akan turun bersama Iman Mahadi membebaskan kezaliman dan kekacauan dan bukannya Nabi Muhammad.
- Mengapa dalam sejarah dan hingga kini orang Islam suka peperangan.
- Injil sekarang dikatakan diseleweng.Kalau begitu mana yang asalnya.


Yang menghairankan,Ustaz ini dapat menjawab pertanyaan saya dan kawan-kawan dengan begitu ilmiah. Saya dan kawan-kawan mati akal. Kemudian saya dibebani dengan 3 persoalan yang tidak mampu saya menjawab secara tepat.

- Apakah boleh manusia (paderi) mengampunkan dosa manusia lain.
- Persoalan ketuhanan 3 dalam 1 dan 1 dalam 3
- konsep ketuhanan Jesus.

Saya mengatur pertemuan ustaz saya dengan beberapa orang paderi, kawan-kawan bapa saya. tetapi mereka enggan. Lalu saya bawa ustaz itu kerumah saya dan bertemu bapa saya seorang ketua paderi. Ternyata bapa saya juga tidak mampu menjawab persoalan yang dibawa oleh ustaz itu. Sebaik ustaz itu pulang, bapa saya memarahi saya kerana bawa ‘orang malaya’ datang ke rumah. Sejak itu beberapa kali saya tidur rumah ustaz itu. Disamping mengulangkaji saya gemar berdialog dengan ustaz itu. saya memerhatikan kehidupan ustaz tu,saya mengagumi cara hidupnya.

Suatu malam saya bermimpi didatangi 3 orang berjubah. Seorang berjubah hitam membawa salib. Seorang berjubah putih membawa bendera bertulisan jawi. Dan seorang berjubah hijau yang meminta saya membuat pilihan.Yang berjubah hitam dan berjubah putih saling menarik saya mengikuti mereka. Saya meronta-ronta. Disamping itu saya dapati yang berjubah hitam semakin tengelam dan yang berjubah putih semakin tinggi. Sedang saya meronta-ronta, saya terjaga. Saya mendengar suara azan dan ustaz tadi berada ditepi saya dan berkata,” mengapa Johanis….awak mengigau….”

Saya pegang tangan ustaz itu, saya katakan, ”Cikgu Islamkan saya………”.Ustaz itu minta saya bersabar untuk dia uruskan dengan pihak tertentu. Tidak lama selepas itu saya pun di Islamkan oleh Ustaz itu. Selesai pengIslaman saya, saya pulang ke rumah. Sampai di rumah, saya lihat pakaian saya bertabur diluar rumah. Rupanya bapa saya telah tahu.Sebaik melihat saya, bapa bergegas masuk dan keluar semula dengan mengacu senapang ke arah saya. Tiba-tiba emak menerkam dan peluru senapang meletup keatas. Saya segera meninggalkan rumah sehelai sepinggang. Tinggalkan keluarga saya. Tinggalkan sekolah. Saya bersembunyi sekejap rumah ustaz sebelum saya dibawa oleh ustaz pulang ke semenanjung sebaik habis kontrak mengajar di Sabah .

Saya diserahkan kepada PERKIM di Kuala Lumpur. Secara kebetulan rakan saya Nazri,vokalis kumpulan Raihan juga memeluk Islam, tetapi mengikuti kumpulan Ar-Arqam. 2 lagu dalam album pertama kumpulan Raihan adalah saduran lagu koir yang kami nyanyikan dalam gereja sewaktu di Sabah dulu..6 tahun saya di PERKIM. Saya masuk pula Maahad Tahfiz. Alhamdulillah saya dapat sijil Al-Hafiz selepas 3 tahun. Kemudian saya bekerja dengan Jabatan Agama Islam. Saya banyak masuk kawasan di Negeri Sembilan, Melaka dan Pahang. Tak sampai setahun saya letak jawatan. Saya sedih kerana ramai pendakwah ini nak berdakwah pun merungut duit over time. Saya rasa tiada keiklasan. Biarlah saya jadi pendakwah bebas. Saya Ingin membilas dosa lalu. Saya telah ramai memurtadkan orang..kini saya mahu berjuang untuk mengIslamkan seramai mungkin dengan kualiti bukan kuantiti saja.

Berbalik kisah keluarga saya. Selepas meninggalkan rumah dan belajar di PERKIM saya selalu telefon ayah,emak dan adik beradik saya. Saya katakan jangan bencikan saya. Saya sayang ayah.saya sayang emak.saya sayang adik beradik saya. Ayah dan emak tetap ayah emak dunia dan akhirat. Walaupun ayah menyambut dingin suara saya, saya hantarkan buku-buku Yang sesuai menerangkan tentang Islam. 7 tahun saya telefon. 7 tahun saya hantar surat dan buku-buku. saya menangis kerana rindukan ayah,emak dan adik beradik. Akhirnya, sewaktu saya di Maahad Tahfiz, bagaikan halilintar saya mendapat berita…….. Ayah saya menganut Agama Islam.

Allah saja yang tahu perasaan saya ketika itu. Saya menangis dan menangis. Saya ambil wuduk dan sujud syukur. Air mata saya menjadi terlalu murah….saya terus menangis…saya pejamkan mata…saya bayangkan ayah dihadapan…saya peluk erat tubuh ayah dan kami menangis bersama……..Ya Allah betapa agungnya kekuasaanMu…. Peristiwa yang saya alami sewaktu memeluk Islam turut dirasai oleh ayah saya. Dia dihalau dari rumah yang diberi oleh pihak gereja. Kini saya pendakwah bebas. Saya sedih melihat umat Islam hari ini berpecah.Kita berpecah kerana kita meninggalkan Quran dan sunnah Rasul. Kita ambil sebahagian dan kita tinggalkan sebahagian.

Kita ambil contah pelaksanaan hukum Hudud dan Qisas. Mengapa kita cari jalan nak menentang pelaksanaanya. Sepatutnya kita cari jalan supaya dapat dilaksanakan. Inilah sikap umat Islam. Saya pernah berdialog dengan beberapa orang pensyarah universiti tentang isu Hudud & Qisas.Dia boleh sergah saya,”You apa tahu… Islam pun baru setahun jagung…..” Saya sedih dengan sergahan pensyarah itu. Kalau ini sikap pendakwah Saya tak akan masuk Islam. Tapi saya pilih Islam kerana saya tahu Apa itu Islam. kerana itu saya ajak menghayati Islam.Saya kumpulkan semula kawan-kawan masa Kristian dulu. Saya berdialog tentang Islam. Saya kumpulkan derma untuk tujuan dakwah ini,untuk bergerak perlukan wang. Saya diancam oleh puak Kristian. saya juga diancam oleh umat Islam.

Apa tauliah awak ,mana kebenaran Jabatan Agama,mana permit polis,sapa benarkan pungut derma dll. Saya tak gentar berdialog dengan puak Kristian,kerana saya ada pengalaman tapi sukarnya bila Umat Islam sendiri menyulitkan saya. Marilah kita awasi dakyah Kristian. Satu usaha yang agak ketara ialah Di IPT. Pendakyah ini mendekati kaum muslimah,pura-pura nak belajar Islam….jatuh cinta…lalu dimurtadkan…ada yang pura-pura masuk Islam….dan dimurtadkan. Saya sudah pergi banyak IPT. Saya paling bimbang di Universiti Putra Malaysia . Itulah satu-satunya Universiti yang ada gereja. Gereja ini antara yang aktif untuk memurtadkan orang Islam. Saya nak nasihatkan kalau ada saudara kita terminum ‘Holly Water’.

Sebenarnya air ini dibuat di Vatican City . Dijampi oleh paderi Termasuk Pope John Paul yang jemput Perdana Menteri kita dulu. Kalau terminum, cari air kolah dari 3 masjid. Baca Al-Fatihah 1x, Yasin 1x, 3 qul 1x, dan selawat. Ambil sebahagian buat minum dan sebahagian buat mandi. InsyaAllah mereka akan sedar dan dapat diselamatkan. insyaAllah. Wallahu’alam….

Pada suatu hari, seorang gadis yang terpengaruh dengan cara hidup masyarakat Barat menaiki sebuah bas mini untuk menuju ke destinasi di wilayah Iskandariah. Malangnya walaupun tinggal di bumi yang terkenal dengan tradisi keislaman, pakaian gadis tersebut sangat menjolok mata.Bajunya agak nipis dan seksi hampir terlihat segala yang patut disembunyikan bagi seorang perempuan daripada pandangan lelaki ajnabi atau mahramnya.

Gadis itu dalam lingkungan 20 tahun. Di dalam bas itu, ada seorang tua yang dipenuhi uban menegurnya: "Wahai pemudi! Alangkah baiknya jika kamu berpakaian yang baik, yang sesuai dengan ketimuran dan adat serta agama Islam kamu, itu lebih baik daripada kamu berpakaian begini yang pastinya menjadi mangsa pandangan liar kaum lelaki.... " nasihat orang tua itu.

Namun, nasihat yang sangat bertetapan dengan tuntutan agama itu dijawab oleh gadis itu dengan jawapan yang mengejek: "Siapalah kamu hai orang tua? Adakah kamu cuba nak ingatkan aku supaya menutup aurat sepenuhnya sedangkan bapa kandungku sendiri tidak pernah menasihatiku?Apakah kamu mahu aku berpakaian menutup aurat sedangkan aku masih mahu bebas menayangkan tubuh badan ku di khalayak ramai?Apakah di tangan kamu ada anak kunci syurga? Atau adakah kamu memiliki sejenis kuasa yang menentukan aku bakal berada di syurga atau neraka?"

Gambar Hiasan

Setelah menghamburkan kata-kata yang sangat menghiris perasaan orang tua itu, gadis itu tertawa mengejek panjang. Tidak cukup setakat itu, si gadis lantas cuba memberikan telefon bimbitnya kepada orang tua tadi sambil melafazkan kata-kata yang lebih dahsyat. " Jika ISLAM itu BENAR, tempatkan bilikku di Neraka, Ambil handphone ku ini dan hubungilah Allah serta tolong tempahkan sebuah bilik di neraka jahanam untukku," katanya lagi lantas ketawa berdekah-dekah tanpa mengetahui bahawa dia sedang mempertikaikan hukum Allah dengan begitu biadab.

Orang tua tersebut sangat terkejut mendengar jawapan daripada si gadis manis. Sayang sekali, wajahnya yang ayu tidak sama dengan perilakunya yang buruk. Penumpang-penumpang yang lain turut terdiam malah ada yang menggelengkan kepala kebingungan. Semua yang di dalam bas tidak menghiraukan gadis muda yang tidak menghormati hukum-hakam agama itu dan mereka tidak mahu menasihatinya kerana khuatir dia akan akan menghina agama dengan lebih teruk lagi.

Sepuluh minit kemudian bas pun tiba di perhentian. Gadis seksi bermulut celupar tersebut tertidur di muka pintu bas. Puas pemandu bas termasuk para penumpang yang lain mengejutkannya tapi gadis tersebut tidak sedarkan diri. Tiba tiba orang tua tadi memeriksa nadi si gadis. Sedetik kemudian dia menggeleng-gelengkan kepalanya. Gadis itu telah kembali menemui Tuhannya dalam keadaan yang tidak disangka. Para penumpang menjadi cemas dengan berita yang menggemparkan itu. Dalam suasana kelam kabut itu, tiba tiba tubuh gadis itu terjatuh ke pinggir jalan. Orang ramai segera berkejar untuk menyelamatkan jenazah tersebut. Tapi sekali lagi mereka terkejut. Sesuatu yang aneh menimpa jenazah yang terbujur kaku di jalan raya. Mayatnya menjadi hitam seolah-olah dibakar api. Dua tiga orang yang cuba mengangkat mayat tersebut juga kehairanan kerana tangan mereka terasa panas dan hampir melecur sebaik saja menyentuh tubuh si mayat. Akhirnya mereka memanggil pihak keselamatan menguruskan mayat itu.

Begitulah kisah ngeri lagi menyayat hati yang menimpa gadis malang tersebut. Apakah hasratnya menempah sebuah bilik di neraka dimakbulkan Allah? Na'uzubillah, sesungguhnya Allah itu Maha Berkuasa di atas segala sesuatu. Sangat baik kita jadikan iktibar dan pelajaran dengan kisah benar ini sebagai Muslim sejati. Jangan sesekali kita mempertikaikan hukum Allah mahupun sunnah RasulNya s.a.w. dengan mempersendakan atau mengejek. Kata kata seperti ajaran Islam tidak sesuai lagi dengan arus kemodenan dunia hari ini atau sembahyang tidak akan buat kita jadi kaya dan seumpamanya adalah kata-kata yang sangat biadab dan menghina Allah, pencipta seluruh alam.

Ingatlah teman, kita boleh melupakan kematian, tetapi kematian tetap akan terjadi kepada kita. Hanya masanya saja yang akan menentukan bila kita akan kembali ke alam barzakh. Janganlah menjadi orang yang bodoh, siapakah orang yang bodoh itu? Mereka itulah orang yang ingin melawan Tuhan Rabbul 'alamin. Apabila anda enggan melaksanakan suruhan Tuhan bererti anda ingin melawan arahan Tuhan.

Sewaktu di sekolah anda tertakluk dengan undang-undang sekolah, dalam pekerjaan anda tertakluk dengan undang-undang yang dilakar oleh majikan anda, di dalam negeri anda tertakluk di bawah undang-undang negara anda. Begitu taksub sekali anda terhadap undang-undang itu sehingga terlalu prihatin takut kalau melanggar undang-undang tersebut . Apabila anda berpijak di bumi ini, anda juga tertakluk dengan undang-undang yang telah di gubal oleh yang pemilik yang menjadikan bumi ini.

Setiap Sultan ada taman larangannya, begitu juga Allah s.w.t. taman laranganNya adalah perkara-perkara yang telah diharamkan bagi hamba-hambaNya di muka bumi ini. Sama samalah kita memohon agar Allah sentiasa memberi kita petunjuk di atas jalan yang benar dan agar Dia memberikan kekuatan agar kita sentiasa dapat menjaga lidah kita, amin.Kisah ini dikongsikan dan diceritakan bersama oleh sahabat saya sendiri yang berasal di Malaysia dan kini berada di perantauan sana.

-via
Sebuah kapal yang sarat dengan muatan dan bersama 200 orang temasuk ahli perniagaan berlepas dari sebuah pelabuhan di Mesir. Apabila kapal itu berada di tengah lautan maka datanglah ribut petir dengan ombak yang kuat membuat kapal itu terumbang-ambing dan hampir tenggelam. Berbagai usaha dibuat untuk mengelakkan kapal itu dipukul ombak ribut, namun semua usaha mereka sia-sia sahaja. Kesemua orang yang berada di atas kapal itu sangat cemas dan menunggu apa yang akan terjadi pada kapal dan diri mereka.

Ketika semua orang berada dalam keadaan cemas, terdapat seorang lelaki yang sedikitpun tidak merasa cemas. Dia kelihatan tenang sambil berzikir kepada Allah S.W.T. Kemudian lelaki itu turun dari kapal yang sedang terumbang-ambing dan berjalanlah dia di atas air dan mengerjakan solat di atas air.

Gambar Hiasan

Beberapa orang peniaga yang bersama-sama dia dalam kapal itu melihat lelaki yang berjalan di atas air dan dia berkata, "Wahai wali Allah, tolonglah kami. Janganlah tinggalkan kami!" Lelaki itu tidak memandang ke arah orang yang memanggilnya. Para peniaga itu memanggil lagi, "Wahai wali Allah, tolonglah kami. Jangan tinggalkan kami!"

Kemudian lelaki itu menoleh ke arah orang yang memanggilnya dengan berkata, "Apa hal?" Seolah-olah lelaki itu tidak mengetahui apa-apa. Peniaga itu berkata, "Wahai wali Allah, tidakkah kamu hendak mengambil berat tentang kapal yang hampir tenggelam ini?"

Wali itu berkata, "Dekatkan dirimu kepada Allah."

Para penumpang itu berkata, "Apa yang mesti kami buat?"

Wali Allah itu berkata, "Tinggalkan semua hartamu, jiwamu akan selamat."

Kesemua mereka sanggup meninggalkan harta mereka. Asalkan jiwa mereka selamat. Kemudian mereka berkata, "Wahai wali Allah, kami akan membuang semua harta kami asalkan jiwa kami semua selamat."

Wali Allah itu berkata lagi, "Turunlah kamu semua ke atas air dengan membaca Bismillah."

Dengan membaca Bismillah, maka turunlah seorang demi seorang ke atas air dan berjalan meng hampiri wali Allah yang sedang duduk di atas air sambil berzikir. Tidak berapa lama kemudian, kapal yang mengandungi muatan beratus ribu ringgit itu pun tenggelam ke dasar laut.

Habislah kesemua barang-barang perniagaan yang mahal-mahal terbenam ke laut. Para penumpang tidak tahu apa yang hendak dibuat, mereka berdiri di atas air sambil melihat kapal yang tenggelam itu.

Salah seorang daripada peniaga itu berkata lagi, "Siapakah kamu wahai wali Allah?"Wali Allah itu berkata, "Saya ialah Awais Al-Qarni."Peniaga itu berkata lagi, "Wahai wali Allah, sesungguhnya di dalam kapal yang tenggelam itu terdapat harta fakir-miskin Madinah yang dihantar oleh seorang jutawan Mesir."

Wali Allah berkata, "Sekiranya Allah kembalikan semua harta kamu, adakah kamu betul-betul akan membahagikannya kepada orang-orang miskin di Madinah?"Peniaga itu berkata, "Betul, saya tidak akan menipu, ya wali Allah."

Setelah wali itu mendengar pengakuan dari peniaga itu, maka dia pun mengerjakan solat dua rakaat di atas air, kemudian dia memohon kepada Allah S.W.T agar kapal itu ditimbulkan semula bersama-sama hartanya.

Tidak berapa lama kemudian, kapal itu timbul sedikit demi sedikit sehingga terapung di atas air. Kesemua barang perniagaan dan lain-lain tetap seperti asal. Tiada yang kurang

Setelah itu dinaikkan kesemua penumpang ke atas kapal itu dan meneruskan pelayaran ke tempat yang dituju. Apabila sampai di Madinah, peniaga yang berjanji dengan wali Allah itu terus menunaikan janjinya dengan membahagi-bahagikan harta kepada semua fakir miskin di Madinah sehingga tiada seorang pun yang tertinggal.

Wallahu a'alam.

Seorang wanita juga seorang pelajar University kantoi ketika mencuri Laptop dan Handfon akibatnya beliau ditangkap oleh sekumpulan pelajar lelaki.Apabila ditangkap beliau dimalukan depan khalayak ramai.

Beliau dibogelkan depan pelajar lain lebih malang dari itu ada dikalangan pelajar lelaki memasukkan jari dalam kemaluan wanita tersebut tidak cukup dengan itu gambarnya dirakam dengan menggunakan telefon bimbit.

Menurut sumber sebelum ini wanita ini telah ditangkap atas kesalahan yang sama namun pada kali ini ia lebih buruk kerana dihukum telanjang dan didera oleh setengah lelaki yang memasukkan jari mereka dalam kemaluan beliau.






Setiap manusia yang hidup pasti akan merasai mati. Itu adalah janji Allah SWT kepada hambaNya. Namun bagaimana cara kita mati, tempat kita mati, keadaan kita mati hanya Allah sahaja yang mengetahuinya. Kita sebagai hamba Allah hanya perlu sentiasa berdoa agar mati dalam khusnul khatimah.

Di bawah ini terdapat satu kisah yang mana diceritakan kisah seorang wanita yang gemar mengumpat, akhirnya sukar untuk dikafankan.

Sebagai bilal pengurusan jenazah, banyak pengalaman yang telah saya tempuhi. Ada di antaranya yang cukup menyedihkan. Tidak kurang juga yang benar-benar memberi keinsafan. Salah satu daripada pengalaman-pengalam an itu membabitkan masalah kain kapan tidak muat pada hal mayat yang hendak di kapankan bersaiz kecil. Ini bertentangan dengan satu lagi mayat yang saya uruskan, di mana kain kapannya mencukupi walapun orangnya berbadan tinggi dan gemuk.

Sepanjang pengelaman saya dalam pengurusan jenazah sejak lebih 30 tahun lalu, saya mengunakan kain kapan sebanyak 24 ela untuk mengapankan mayat. Jumlah itu selalunya mencukupi tidak kira sama ada mayat bersaiz besar atau kecil, gemuk atau kurus.

Tetapi sewaktu menguruskan satu jenazah di negeri Selangor beberapa tahun lalu, kain kapan sebanyak 24 ela yang saya sediakan itu tidak mencukupi pada hal mayatnya kecil sahaja. Mayat itu berkeadaan biasa, berbadan kurus dengan ketinggian lebih kurang lima kaki. Saya diberitahu arwah meninggal dunia kerana sakit jantung. Orangnya sudah tua, umurnya sekitar 60-an.

Gambar Hiasan

Seperti biasa sebelum memandikan mayat, saya memotong dahulu kain kapannya sebanyak tiga keping. Panjangnya mengikut ketinggian arwah kemudian di tambah satu hasta di hujung kepala Dan satu hasta di hujung kaki. Selepas semuanya siap disusun, saya mula memandikan arwah dengan bantuan adik saya, Rafeah. Tiada keanehan ketara berlaku semasa arwah di mandikan, cuma mukanya agak kuning Dan najisnya, Maha Suci Allah amat banyak. Makin dikorek makin banyak yang keluar.

“Eee, Ada lagi najis”, kata adik saya Rafeah kehairanan. Selalunya tidak sampai setengah jam, najis sudah habis keluar tetapi yang ini, lebih 45 minit baru habis. Setelah lebih dua jam berlalu, baru selesai tugas kami memandikan mayat itu. Selalunya satu setengah jam sudah mencukupi.Bila semuanya sudah bersih, arwah dipindahkan untuk dikapan. Sebaik sahaja arwah diletakkan ke atas kain kapan, saya terperanjat besar bila mendapati kain putih yang saya sediakan tadi tidak muat. Entah macam mana kain kapan di hujung kepala Dan di hujung kakinya cuma tinggal satu jari sahaja.

“Eee, kenapa tak cukup. Takkan salah potong”, saya berkata pada adik saya. Wajahnya turut berkerut kehairanan bila mendapati kain kapan yang kami sediakan itu tidak muat. Kami berdua sama-sama bingung Dan bertanya-tanya di mana silapnya.

Nak katakan saya tersalah ukur semasa memotong tadi, mustahil. Rafeah sendiri menyaksikan Dan membantu saya memotong kain itu. Sudah bertahun-tahun kami berdua melakukan perkerjaan ini, tidak mungkin kami tersalah potong. Nak katakan pembekal kain bersalah ukur, juga tidak mungkin. Sebelum memotong, kami mengukur terlebih dahulu kain kapan itu dan mendapatinya cukup 24 ela.

Setiap kali berlaku kematian, orang yang sama itulah yang membekalkan kain kapan kepada saya. Tidak mungkin dia tersalah ukur. Saya mula berkecimpung dalam pengurusan jenazah sejak berusia 17 tahun lagi.. Waktu itu saya mengikut nenek saya menguruskan jenazah di kawasan Klang sebelum di lantik sebagai bilal pengurusan jenazah wanita oleh Jabatan Agama Islam Selangor pada tahun 1973.

Sepanjang tempoh pembabitan saya dalam bidang itu, inilah kali pertama saya berdepan dengan masalah kain kapan tidak muat. Mungkin inilah yang dikatakan habuan Dan bahagian masing-masing. Entah apa amalan arwah semasa hayatnya hanya Tuhan sahaja yang mengetahui. Semoga Tuhan mengampunkan segala dosanya Dan mencucuri rahmat di atas rohnya.

Untuk menambah kain putih yang lain, dah tak Ada . Kain yang saya bawa itu semuanya sudah di pakai, tiada lagi saki-bakinya. Mahu tak mahu mayat arwah dikapankan juga menggunakan apa yang Ada . Maha Suci Allah, saya sekali lagi teperanjat besar bila mendapati kain kapan itu tidak mencukupi untuk membungkus mayat arwah. Bahagian tengahnya ternganga seperti membungkus nasi lemak. Selalunya kain kapan yang saya sediakan boleh menutup hingga ke bahagian tepi. Puas saya tarik untuk Cuba menutup bahagian yang ternganga tetapi gagal. Untuk mengatasi masalah itu, saya terpaksa menggunakan kapas untuk menutup bahagian yang ternganga sebelum mengikatnya kemas-kemas.

Sebaik sahaja selesai kerja-kerja mengapan, arwah disembahyangkan kemudian dibawa ke tanah perkuburan. Dan dengan itu selesailah kewajiban saya. Namun cerita-cerita daripada salah seorang yang membantu kerja-kerja pengebumian jenazah membuatkan diri saya menjadi bertambah bingung.

Menurutnya, semasa jenazah hendak dikebumikan, satu keanehan berlaku yang benar-benar memberi keinsafan kepada sesiapa sahaja yang hadir.Ketika jenazah diturunkan, liang lahad yang disediakan didapati tidak cukup panjang hingga menyebabkan bahagian kaki jenazah membengkok. Akibatnya, jenazah terpaksa ditarik naik Dan liang lahad digali semula. Bila kubur siap di gali, jenazah diturunkan untuk kali kedua. Allah Maha Besar, liang lahad masih sempit walaupun telah digali melebihi enam kaki. Setiap yang hadir bertambah hairan. Apakah amalannya hingga diseksa begitu rupa?

Jenazah dinaikkan semula Dan liang lahad ditebuk lagi untuk kali ketiga. Bila selesai kerja-kerja menggali, jenazah diturunkan. Alhamdulillah, cubaan kali ketiga berjaya Dan jenazah akhirnya selamat dikebumikan. Masing-masing menghembus nafas lega. Apa yang berlaku pada jenazah itu memanglah menyedihkan. Saya sendiri tertanya-tanya bagaimana kain kapan yang saya bawa itu tidak muat dengannya. Untuk memastikan kedudukan sebenarnya, saya pergi ke kedai yang membekalkan kain kapan kepada saya untuk bertanya berapa banyak kain putih yang dibekalkan kepada saya. Jika betul 24 ela,kenapa kain itu tidak cukup sedangkan mayat yang dikapankan bersaiz kecil.

Gambar Hiasan

Jawapan yang diberikan oleh pekedai itu menyedarkan saya tentang kebesaran Allah. Menurutnya, kain putih yang dibekalkan kepada saya sama seperti kebiasaannya, ia itu 24 ela. Jika kain itu tidak mencukupi itu bukanlah salah sesiapa sebaliknya merupakan ketentuan Allah. Maha Suci Allah Allah, memang benar apa yang dinyatakan oleh pekedai itu. Apa yang berlaku ke atas jenazah itu merupakan balasan daripada Allah. Mungkin ada di antara amalan-amalannya yang bertentangan dengan ajaran Tuhan. Entah apa yang dilakukan oleh allahyarham semasa hayatnya, wallahualam, hanya Tuhan sahaja yang mengetahuinnya.

Tetapi daripada cerita-cerita yang saya dengar, arwah dikatakan menpunyai tabiat buruk – suka mengumpat dan mengatakan orang. Tidak cukup dengan itu, arwah juga dikatakan suka mengambil tahu urusan orang serta gemar membawa mulut dari rumah ke rumah. Bukanlah niat saya untuk membongkarkan keburukan arwah tetapi sekadar memberi nasihat. Semoga apa yang berlaku menjadi pengajaran dan memberi pedoman dan iktibar mereka yang masih hidup. Hindarkan perkara-perkara keji demi kesejahteraan kita sendiri. Pengalaman yang cukup menginsafkan itu jauh berbeza dengan apa yang saya lalui semasa menguruskan satu lagi jenazah kira-kira sebulan kemudian.

Orangnya saya kenal, berbadan gemuk dan berusia sekitar 50-an.. Punca kematiannya ialah darah tinggi. Sewaktu menatap jenazahnya untuk kali petama, saya mendapati mukanya tenang dan jernih. Walaupun bertubuh besar, tetapi Maha Suci Allah, badannya lembut dan ringan. Saya dan adik saya Rafeah tidak mengalami sebarang masalah untuk mengalih-alihkan badannya. Najisnya tak ada langsung. Puas kami menekan dan mengorek, tetapi tiada sebarang kesan najis.

“Bersih betul mayat ini”, saya berbisik kepada Rafeah. Tiada langsung kesan kotoran pada tubuhnya, seolah-olah dirinya telah dibersihkan sebelum menghembus nafas terakhir. Seronok betul kami menguruskannya. Mayat itu selesai dimandikan dalam tempoh tidak sampai sejam. Sewaktu hendak mengapan jenazah, kami berdua pada mulanya di selubungi kebimbangan takut-takut peristiwa kain kapan tidak muat berulang lagi. Maklumlah, sedangkan jenazah kecil pun tak muat inikan pula jenezah yang besar. Tetapi syukur alhamdulillah, kain kapan yang kami bawa sebanyak 24 ela itu cukup untuk menutupi seluruh bahagian. Selesai kerja-kerja mengapan jenazah disembayangkan.

Kerana terlalu ramai yang hadir, jenazah disembahyangkan dua kali. Kali pertama di rumah dan kali kedua di masjid. Jenazah akhirnya dibawa ketanah perkuburan dan selamat dikebumikan. Perjalanan lancar tanpa sebarang halangan. Saya sendiri berasa seronok menguruskannya. Sesungguhnya Allah Maha Berkuasa dan Maha Mengetahui.

Arwah memang dikenali di kalangan penduduk-penduduk kampungnya sebagai seorang yang kuat beribadat. Sifatnya yang suka bersedekah dan menolong orang ternyata mendapat balasan yang setimpal. Keadaannya jauh berbeza dengan jenazah kurus yang tidak muat kain kapannya. Bukan menghina atau mencaci tetapi itulah hakikatnya.Perbezaan itu jelas menunjukkan betapa pentingnya kita hidup berlandaskan agama. Buatlah apa yang disuruh dan tegah apa yang di larang, insya-Allah selamat didunia dan akhirat.
Ini suatu kisah benar ~ Kejadian di Johor. Tempat dan nama-nama terlibat tak perlulah ditulis di sini. Jadikanlah kisah ini sebagai pengajaran untuk kita semua.

Sepasang kekasih dinasihat oleh keluarga dan kawan-kawan agar jangan kerap buat maksiat. Semua nasihat hanya dibalas dengan kata-kata perli oleh mereka berdua. Nak dijadi cerita semalam, terluncur kata-kata dari mereka berdua:

“Kalau Tuhan berani , meh kita jumpa.. Tengok siapa lagi kuat !” Sambil ketawa. Kedua-duanya gelak.

Kira-kira jam 11.30 malam (tanggal 16 sept 2013), mereka brdua berkenderaan motosikal memecut laju di lebuh raya tepi kampung kami. Tiba-tiba brdentum bunyi pelanggaran. Kedua-dua pasangn itu terpelusuk ke bawah lori 16 tayar.

Menurut saksi, mereka cuba memotong lori berkenaan tetapi ada kereta bergerak perlahan di depan, lalu terbabas ke lori semula.

Apa yang terjadi kepada mereka? Kedua-duanya digilis hancur oleh lori yang sarat dengan muatannya itu.


Menurut saksi, tidak ada satu bahagian dari badan kedua-dua yang tidak hancur. Yang dapat dicam hanya 4 batang tulang (kaki) yang dagingnya telah tiada langsung bagaikan dikikis habis.

Bomba yang mengutip mayat-mayat itu hanya dapat mengutip sisa-sisa itu dengan penyodok sahaja. Oleh kerana mayat-mayat mati berasingn, maka dapatlah diasingkn juga antara keduanya.

Di hospital, kedua-dua mayat dimandikan dalam tapis, bagai membasuh daging cincang, tiada jalan lain. Mayat itu kemudian dikafan bagai mengulung ‘kuih popia’ dan dikerandakan. Keluarga masing-masing dipesan supaya jangan dibuka lagi keranda itu.

Maka siang tadi (17 sept 2013), telah ditanam hamba-hamba Allah yang sombong itu. Hamba-hamba yang begitu berani mencabar Allah! Wahai saudara-saudaraku, wahai hamba-hamba Allah, ambillah pengajaran dari kejadian ini. Na’uzubbillah! Inilah balasanNYA. Cash di dunia.
Mayat seorang wanita di Tuban, Jawa Timur masih utuh dan mengeluarkan bau harum ketika kuburnya digali semula untuk dipindahkan, walaupun sudah 19 tahun dikebumikan di situ. Makam itu digali semula bersama 16 makam lain dalam rangka perluasan masjid.


Jasad yang utuh tersebut adalah jasad Siti Masrinah, warga Kampung Penambang, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban di Indonesia. Siti Masrinah yang dilahirkan pada 1913 itu meninggal dunia pada 1994 dan dimakamkan di area pemakaman di Desa Bejagung

Menurut ahli keluarganya, semasa hidup Siti Masrinah merupakan seorang wanita yang sabar dan rajin beribadah. Dia juga menyayangi anak yatim dan tidak keberatan mendermakan sebahagian hartanya untuk membantu anak yatim dan tetangga di kampungnya.




-via